Sugeng rawuh wonten blog kawula. Monggo dipun sekecaaken. maturnuwun

Rabu, 09 Maret 2011

PEMBERIAN STREPTASE


Agen Trombolitik dapat dibagi dalam 2 kategori mayor  yaitu selektive fibrin, cirinya plasminogen fibrin dan cepatnya lisis dan non selektive fibrin, dicirikan dengan adanya fibrigenolisis dan plasminogenolisis yang sistemik, lambatnya lisis dan panjangnya lisis ke arah sistemik. Fibrin selektive terdiri dari t-PA (tissue-type-plasminogen aktivator), recombinant tissue-type plasminogen aktivator (alteplase [generic] activase rt-PA), recombinannya (reteplase,r-PA) dan single- chain urokinase plasminogen aktivator (scu-PA atau prourokinase). Non selektive terdiri dari streptokinase (SK), Plasminogen streptokinase aktivator complex (APSAC), dan urokinase (UK). Yang umum digunakan untuk IV dalam AMI adalah Streptokinase dan APSAC.
Streptokinase adalah “derived” dari Lancefield group C streptokokus ß – hemolitikus dan aktif dalam sistem fibrinolitik secara indirect yang dikombinasikan dalam plasminogen dalam bentuk komplek aktivator.

EPINEFRINE


A.    DESKRIPSI
a.         Nama & Struktur Kimia : Epinephrine. C9H23NO3
b.    Sifat Fisikokimia : Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih, mudah larut dalam air; sedikit larut dalam etanol; praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.
Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal. Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori.

B.     DOSIS, CARA PEMBERIAN DAN LAMA PEMBERIAN
a.    Injeksi parenteral, Dewasa : 0.3-0.5 mg SC atau IM; dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis, atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma. Dosis tunggal maksimal 1 mg.
b.    Pada kasus syok yang berat, harus digunakan rute IV. Dosis 0.1-0.25 mg IV (diencerkan 1:10.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit, bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit, dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit.
c.    Anak-anak dan bayi : 0.01 mg/kg atau 0.3 mg/m2 SC; bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0.5 mg). Atau, 0.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100.000) diikuti 0.1-1.5 mcg/kg/menit infus IV.