Sugeng rawuh wonten blog kawula. Monggo dipun sekecaaken. maturnuwun

Senin, 21 November 2011

Booklet Pelatihan dan Pembinaan Anggota AIPNI

Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) merupakan asosiasi yang memiliki visi menjadikan institusi penyelenggara pendidikan yang berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, pengembangan tehnologi dan ilmu keperawatan melalui penyelenggaraan proses pendidikan ners yang berwawasan global. Hal ini yang menjadi landasan dan arah dalam bentuk Rencana Kerja AIPNI periode 2009-2013.
            Keberhasilan proses belajar mengajar dengan kualitas hasil belajar yang tinggi merupakan dambaan dari seluruh anggota AIPNI. Potensi internal maupun eksternal organisasi saling berhubungan sehingga diperlukan analisa yang cermat untuk dapat merencanakan kegiatan yang bersifat perbaikan kedepan dan eksis dalam kondisi yang makin bersaing. Anggota akan memperoleh kepuasan akan makna keikutsertaan dalam organisasi AIPNI apabila peserta didiknya dapat belajar dan mencapai prestasi optimal serta manajemen lembaga berjalan efektif dan efisien. Begitupula AIPNI sebagai organisasi akan terus eksis apabila seluruh potensi yang dimilikinya terencana, terorganisasi, terintegrasi, dan dapat diaktualisasikan dalam kegiatan nyata yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas institusi dan berperan bagi pembangunan SDM bangsa yang bertaqwa, cerdas, dan kompetitif.
            Menghadapi perkembangan lingkungan eksternal yang semakin cepat dan kompetitif terutama globalisasi yang sudah dimulai dengan pasar bebas ASEAN 2007, Asia Selatan, Asia Pasifik, dan pasar bebas Eropa dimana sektor kesehatan menjadi salah satu kesepakatan yang ditandatangani untuk pemberlakuan perdagangan bebas bidang kesehatan. AIPNI diharapkan dapat mendorong seluruh institusi untuk berkembang adaptif, sejajar, dan dapat bekerja sama serta bersaing dengan institusi pendidikan sejenis pada perguruan tinggi lain yang pada saat sekarang ini kondisinya sudah lebih maju.
            Kondisi lapangan menunjukkan 78 % program studi ilmu keperawatan belum terakreditasi oleh BAN-PT, 80 % belum mampu menyusun dan mengimplementasikan kurikulum institusional KBK pendidikan sarjana keperawatan, sebagian besar mengalami kesulitan dalam penataan manajemen keuangan pada penerapan KBK pendidikan sarjana keperawatan dan profesi kemampuan dosen dalam pembuatan kasus pemicu(triger case)rencah, mengalami kesulitan dalam pembuatan modul pembelajaran KBK pendidikan profesi Ners sebelum berjalan optimal, belum tersedianya preseptor klinik, tendahnya kemampuan penyusunan hibah penelitian penulisan jurnal ilmiah, kesulitan meyusun proposal hibah institusi dan hibah pengabdian kepada masyarakat.
            Dalam konteks pengembangan institusi pendidikan tinggi, isu-isu strategis dan strategi pengembangan yang dimaksud dapat dapat dikelompokkan setidaknya menjadi isu strategis dalam lingkup kepemimpinan, relevansi, suasana akademik, manajemen internal dan organisasi, keberlangsungan institusi, dan juga efisiensi dan produktivitas yang dilakukan pendidikan tinggi dikenal dengan sebutan LRAISE (Leadership, Efficiency, and Productivity).
            

Sabtu, 12 November 2011


SEMINAR NASIONAL

DETEKSI DINI PEMBESARAN PROSTAT 
DAN PENGARUHNYA TERHADAP INTERAKSI SEKSUAL PADA PASANGAN SUAMI ISTRI









AKREDITASI PPNI JAWA TENGAH
 Nomor             : PPNI.33.02/X/2011/SKP/131
Pembicara        : 3 SKP
Panitia              : 2 SKP
Peserta             : 1 SKP


leaflet dan poster seminar bisa di download di link di bawah ini ...

leaflet seminar
poster seminar


Contact Person :
Gombong  (Danang 0813 2876 5035, Waluyo 0813 2802 0251)
Kebumen (Ambar 0815 4292 0392, Ita 0813 9261 7857)
Kutoarjo (Sukendar 0852 2809 3702)
Purworejo ( Ayu 0857 4219 0090)
Cilacap (Oki 0857 2765 5345)
Purwokerto (Anugrah 0852 2718 7484)

Jumat, 11 November 2011

Booklet Pelatihan dan Pembinaan Anggota AIPNI


Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) merupakan asosiasi yang memiliki visi menjadikan institusi penyelenggara pendidikan yang berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, pengembangan tehnologi dan ilmu keperawatan melalui penyelenggaraan proses pendidikan ners yang berwawasan global. Hal ini yang menjadi landasan dan arah dalam bentuk Rencana Kerja AIPNI periode 2009-2013.
            Keberhasilan proses belajar mengajar dengan kualitas hasil belajar yang tinggi merupakan dambaan dari seluruh anggota AIPNI. Potensi internal maupun eksternal organisasi saling berhubungan sehingga diperlukan analisa yang cermat untuk dapat merencanakan kegiatan yang bersifat perbaikan kedepan dan eksis dalam kondisi yang makin bersaing. Anggota akan memperoleh kepuasan akan makna keikutsertaan dalam organisasi AIPNI apabila peserta didiknya dapat belajar dan mencapai prestasi optimal serta manajemen lembaga berjalan efektif dan efisien. Begitupula AIPNI sebagai organisasi akan terus eksis apabila seluruh potensi yang dimilikinya terencana, terorganisasi, terintegrasi, dan dapat diaktualisasikan dalam kegiatan nyata yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas institusi dan berperan bagi pembangunan SDM bangsa yang bertaqwa, cerdas, dan kompetitif.
            Menghadapi perkembangan lingkungan eksternal yang semakin cepat dan kompetitif terutama globalisasi yang sudah dimulai dengan pasar bebas ASEAN 2007, Asia Selatan, Asia Pasifik, dan pasar bebas Eropa dimana sektor kesehatan menjadi salah satu kesepakatan yang ditandatangani untuk pemberlakuan perdagangan bebas bidang kesehatan. AIPNI diharapkan dapat mendorong seluruh institusi untuk berkembang adaptif, sejajar, dan dapat bekerja sama serta bersaing dengan institusi pendidikan sejenis pada perguruan tinggi lain yang pada saat sekarang ini kondisinya sudah lebih maju.
            Kondisi lapangan menunjukkan 78 % program studi ilmu keperawatan belum terakreditasi oleh BAN-PT, 80 % belum mampu menyusun dan mengimplementasikan kurikulum institusional KBK pendidikan sarjana keperawatan, sebagian besar mengalami kesulitan dalam penataan manajemen keuangan pada penerapan KBK pendidikan sarjana keperawatan dan profesi kemampuan dosen dalam pembuatan kasus pemicu(triger case)rencah, mengalami kesulitan dalam pembuatan modul pembelajaran KBK pendidikan profesi Ners sebelum berjalan optimal, belum tersedianya preseptor klinik, tendahnya kemampuan penyusunan hibah penelitian penulisan jurnal ilmiah, kesulitan meyusun proposal hibah institusi dan hibah pengabdian kepada masyarakat.
            Dalam konteks pengembangan institusi pendidikan tinggi, isu-isu strategis dan strategi pengembangan yang dimaksud dapat dapat dikelompokkan setidaknya menjadi isu strategis dalam lingkup kepemimpinan, relevansi, suasana akademik, manajemen internal dan organisasi, keberlangsungan institusi, dan juga efisiensi dan produktivitas yang dilakukan pendidikan tinggi dikenal dengan sebutan LRAISE (Leadership, Efficiency, and Productivity).
            Menyadari bahwa disisi internal kekuatan yang dimiliki oleh anggota AIPNI sangat terbatas dan kelemahan yang dihadapi cukup mendasar. Sementara itu, di sisi eksternal peluang yang ada lebih kompetitif dan tantangan yang dihadapi semakin kompleks dan mengglobal, maka kerangka dasar pengembangan AIPNI saat ini lebih bersifat mengembangkan kemampuan (capacity building) institusi melalui pembenahan dan penataan terpenuhinya batas ambang (threshold) penyelenggaraan dan pengelolaan perguruan tinggi yang harus dapat tetap eksis di tengah-tengah semakin kompetitifnya perkembangan perguruan tinggi di tanah air.
            Pembinaan anggota melalui pelatihan baik berskala nasional maupun regional merupakan salah satu pilihan untuk mempercepat pencapaian visi organisasi menuju kesetaraan. Mengingat jumlah insitusi pendidikan keperawatan yang cukup besar saat ini(312 institusi) dan penyebarannya yang cukup luas maka, pola pembinaan melalui (7 regional) merupakan suatu pilihan agar dapat meningkatkan cakupan dan sasaran, lebih efektif serta efisien.

Kamis, 29 September 2011

BULAN DEPAN, BAYI KE 7 MILYAR PENDUDUK DUNIA AKAN LAHIR

Bulan depan, bayi ke tujuh milyar penduduk dunia akan lahir. Berkaitan dengan besarnya jumlah populasi dunia tersebut, terdapat 5 hal penting yang perlu diperhatiakan setiap negara, yaitu pembangunan berkelanjutan; pencegahan; menciptakan keamanan dunia; bantuan bagi negara yang mengalami transisi; dan peran penting wanita.

Selasa, 20 September 2011

Peraturan Bersama Menteri Negara PAN-RB, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan

Peraturan Bersama Menteri Negara PAN-RB, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan
tentang Penundaan Sementara Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil




selengkapnya....

Selasa, 16 Agustus 2011

MENKES LANTIK ANGGOTA KIDI DAN MTKI

Hari ini (16/2) Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH melantik anggota Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) dan 26 pengurus Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI). Anggota KIDI terdiri dari perwakilan Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Kolegium Dokter Indonesia, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Daerah, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). KIDI bertugas memperbaiki penyebaran dokter di RS-RS Tipe C dan D serta Puskesmas sekitarnya.
Sementara anggota MTKI terdiri dari wakil Kementerian Kesehatan, wakil dari unsur pendidikan dan 21 wakil dari berbagai profesi kesehatan yang akan menduduki Divisi Profesi, Divisi Standarisasi dan Divisi Evaluasi.
MTKI bertugas membantu Menkes dalam menyusun kebijakan, strategi, dan tata laksana registrasi; melakukan upaya pengembangan mutu tenaga kesehatan; melakukan kaji banding mutu tenaga kesehatan; menyusun tata cara Uji Kompetensi, penguji, dan monitoring Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP); memberikan nomor Registrasi Tenaga Kesehatan; menerbitkan dan mencabut Surat Tanda Registrasi (STR); melakukan sosialisasi registrasi Tenaga Kesehatan; dan melakukan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan registrasi.
 

Minggu, 03 Juli 2011

Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2011

.....Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2011....
tentang "PEMBERIAN GAJI / PENSIUN /TUNJANGAN BULAN KETIGA BELAS
DALAM TAHUN ANGGARAN 2O11 KEPADA PEGAWAI NEGERI,
PE"IABAT NEGARA, DAN PENERIMA PENSIUN / TUNJANGAN"
 
 
lihat selengkapnya.....

Rabu, 18 Mei 2011

RUMAH SAKIT BOLEH BERIKLAN

RUMAH SAKIT BOLEH BERIKLAN PDF Print E-mail
Fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemerintah maupun swasta boleh memasang iklan atau publikasi pelayanan kesehatan di media cetak, media elektronik, dan media luar dalam bentuk berita, banner,  tulisan berjalan, artikel, atau features. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.1787/Menkes/Per/XII/2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan tanggal 14 Desember 2010.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK), dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS dalam temu media dengan topik Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan serta Pengembangan Program Keperawatan di Indonesia yang diselenggarakan Pusat Komunikasi Publik, 6 Mei 2011 di Jakarta.


Dalam beriklan, fasilitas pelayanan kesehatan harus memperhatikan etika iklan dan publikasi yang diatur dalam kode etik rumah sakit Indonesia, kode etik masing-masing tenaga kesehatan, kode etik pariwara, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu dalam beriklan, harus memuat data dan fakta yang akurat, berbasis bukti, informatif, edukatif dan bertanggungjawab serta mencantumkan nama dan alamat fasilitas pelayanan kesehatan dengan tanggal produksi wajib. Ruang lingkup pengaturan ini meliputi iklan dan publikasi pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan tradisional dan pengobatan komplementer-alternatif.

Dirjen BUK menambahkan iklan dan publikasi yang dilarang adalah yang bersifat menyerang atau pamer dengan merendahkan kehormatan dan profesi tenaga kesehatan, pemberian informasi yang tidak benar/palsu dan menyesatkan, pengenalan metode, obat, dan teknologi pelayanan kesehatan yang belum diterima oleh masyarakat kedokteran karena manfaat dan keamanannya masih diragukan dan belum terbukti, iklan pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan yang tidak berlokasi di Indonesia, iklan pelayanan kesehatan yang tidak memiliki izin.

Selain itu, dalam beriklan juga dilarang mengiklankan susu formula dan zat adiktif, obat keras, psikotropika dan narkotika, pemberian testimoni, dan penggunaan gelar akademis dan sebutan profesi di bidang kesehatan.

“Tenaga kesehatan juga dilarang mengiklankan atau menjadi model iklan obat, alat kesehatan, perbekalan kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan kecuali dalam iklan layanan masyarakat. Namun tenaga kesehatan dapat melakukan publikasi atas pelayanan kesehatan dan penelitian kesehatan dalam majalah kesehatan atau forum ilmiah untuk lingkungan profesi,” ujar Dirjen BUK.

Untuk membina, mengawasi dan melakukan penilaian iklan dan publikasi pelayanan kesehatan, Menteri Kesehatan membentuk Tim Penilaian dan Pengawasan Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan sebelum dan setelah ditayangkan iklan dan publikasi tersebut.

Berdasarkan penilaian tersebut, apabila iklan dan publikasi melanggar peraturan maka tim dapat memerintahkan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan untuk mengubah, menarik, menghilangkan atau menghentikan iklan dalam jangka waktu paling lama 7 hari kerja.

Jika dalam 7 hari pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan tidak mengubah, menarik, menghilangkan atau menghentikan iklan yang melanggar maka dikenakan tindakan administratif yang harus dilaksanakan dalam jangka waktu 30 hari kerja.

Tindakan administratif berupa pencabutan surat izin operasional/surat izin praktik/surat izin kerja/surat izin profesi untuk sementara waktu paling lama 1 (satu) tahun; dan pencabutan surat izin operasional/surat izin praktik/surat izin kerja/surat izin profesi untuk selamanya.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , kontak@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

Kamis, 12 Mei 2011

DOPAMIN

DOPAMIN
A. DESKRIPSI
1. Nama & Struktur Kimia
Sinonim :
a. Dopamine hydrochloride;
b. 3-Hydroxytyramine hydrochloride;
c. C8H11NO2•ClH
2. Sifat Fisikokimia : -
3. Keterangan : Dopamin adalah suatu katekolamin endogen, merupakan prekursor
adrenalin
B. GOLONGAN
Inotropik Simpatomimetik


C. NAMA DAGANG
a. Dopac
b. Dopamine
c. Dopamin Giulini
d. Indop
e. Dopamin HCl
f. Cetadop
g. Dopamin Hydrochloride Injection

selengkapnya...

Rabu, 09 Maret 2011

PEMBERIAN STREPTASE


Agen Trombolitik dapat dibagi dalam 2 kategori mayor  yaitu selektive fibrin, cirinya plasminogen fibrin dan cepatnya lisis dan non selektive fibrin, dicirikan dengan adanya fibrigenolisis dan plasminogenolisis yang sistemik, lambatnya lisis dan panjangnya lisis ke arah sistemik. Fibrin selektive terdiri dari t-PA (tissue-type-plasminogen aktivator), recombinant tissue-type plasminogen aktivator (alteplase [generic] activase rt-PA), recombinannya (reteplase,r-PA) dan single- chain urokinase plasminogen aktivator (scu-PA atau prourokinase). Non selektive terdiri dari streptokinase (SK), Plasminogen streptokinase aktivator complex (APSAC), dan urokinase (UK). Yang umum digunakan untuk IV dalam AMI adalah Streptokinase dan APSAC.
Streptokinase adalah “derived” dari Lancefield group C streptokokus ß – hemolitikus dan aktif dalam sistem fibrinolitik secara indirect yang dikombinasikan dalam plasminogen dalam bentuk komplek aktivator.

EPINEFRINE


A.    DESKRIPSI
a.         Nama & Struktur Kimia : Epinephrine. C9H23NO3
b.    Sifat Fisikokimia : Epinefrin berbentuk mikrokristalin berwarna putih, mudah larut dalam air; sedikit larut dalam etanol; praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.
Keterangan : Epinefrin terdapat dalam kelenjar adrenal atau dapat dibuat secara sintetis. Obat ini merupakan katekolamin endogen dengan aktivitas pada medula adrenal. Bentuk levorotatori isomer 15X lebih aktif dibanding bentuk dekstrorotatori.

B.     DOSIS, CARA PEMBERIAN DAN LAMA PEMBERIAN
a.    Injeksi parenteral, Dewasa : 0.3-0.5 mg SC atau IM; dapat diulang bila perlu tiap 10-15 menit untuk anafilaksis, atau tiap 20 menit hingga 4 jam untuk asthma. Dosis tunggal maksimal 1 mg.
b.    Pada kasus syok yang berat, harus digunakan rute IV. Dosis 0.1-0.25 mg IV (diencerkan 1:10.000) pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit, bila perlu dapat diulang tiap 5-15 menit, dan diikuti pemberian infus IV 1-4 mcg/menit.
c.    Anak-anak dan bayi : 0.01 mg/kg atau 0.3 mg/m2 SC; bila perlu dapat diulang setelah 20 menit hingga 4-jam (dosis tunggal maksimal: 0.5 mg). Atau, 0.1 mg IV pelan-pelan dalam waktu 5-10 menit (diencerkan 1:100.000) diikuti 0.1-1.5 mcg/kg/menit infus IV.

Minggu, 30 Januari 2011

PENATALAKSANAAN SINDROM KORONER AKUT (SKA)

SKA (Sindrome Koroner Akut) merupakan suatu keadaan gawat darurat jantung, dengan gambaran klinis yang bervariasi , dimulai dengan nyeri dada sebagai gambaran angina tidak stabil sampai IMA.
SKA meliputi :
1. Penderita AMI dengan ST elevasi (STEMI)
2.    Penderita AMI tanpa ST elevasi (NSTEMI)
3.    APTS.

Kamis, 27 Januari 2011

BUAH MATOA

Matoa (Pometia pinnata)
Buah dengan aroma nano-nano (rambutan, lengkeng, durian)



Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman khas Papua dan menjadi flora identitas Provinsi Papua Barat. Matoa termasuk ke dalam famili Sapindaceae. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. Tinggi pohon 50 m, akar papan tingginya mencapai 5 m, daun majemuk berseling, bersirip genap, tangkai daun panjang ± 1 m, anak daun 4 - 13 pasang bentuknya bundar memanjang dengan tepi yang bergerigi. Mahkota bunga agak berbulu pada bagian luar, kelopak bunga agak menyatu.

Buahnya berbentuk bulat melonjong seukuran telur puyuh atau buah pinang (keluarga Palem) dengan panjang 1,5-5 cm dan berdiameter 1-3 cm, kulit licin berwarna coklat kehitaman bila masak (kalau masih muda berwarna kuning kehijauan, ada juga yang menyebut hijau-kekuningan). Kulit ari putih bening melekat pada biji, manis dan harum.



Rasa buahnya "ramai", dan susah didefinisikan. Coba saja tanya kepada yang pernah memakannya, maka ada yang bilang rasanya masin, seperti antara rasa buah leci dan buah rambutan. Ada juga yang merasakannya sangat manis seperti buah kelengkeng. Ada yang bilang manis legit. Ada lagi yang merasakan aromanya seperti antara buah kelengkeng dan durian. Pendeknya, buah matoa berasa enak, kata mereka yang suka.

Tanaman ini mudah diperbanyak/ dikembang biakkan melalui biji, dan cara lain seperti cangkok serta okulasi. Matoa tumbuh di daerah yang sejuk atau dengan kata lain lebih mudah tumbuh di pada ketinggian 900 - 1700 m dpl, topografi datar atau miring, meskipun dapat pula tumbuh di dataran rendah, dengan waktu berbunga bulan Juli - Agustus dan berbuah pada bulan November - Februari.

Selama ini orang mengenal buah matoa berasal dari Papua, padahal sebenarnya pohon matoa tumbuh juga di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa pada ketinggian hingga sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. Selain di Indonesia pohon matoa juga tumbuh di Malaysia, tentunya juga di Papua New Guinea (belahan timurnya Papua), serta di daerah tropis Australia.

Di Papua sendiri pohon matoa sebenarnya tumbuh secara liar di hutan-hutan. Ini adalah sejenis tumbuhan rambutan, atau dalam ilmu biologi disebut berasal dari keluarga rambutan-rambutanan (Sapindaceae). Sedangkan jenisnya dalam bahasa latin disebut pometia pinnata.



Di Papua New Guinea, buah matoa dikenal dengan sebutan taun. Sedangkan di daerah-daerah lainnya, sebutannya juga bermacam-macam, antara lain : ganggo, jagir, jampania, kasai, kase, kungkil, lamusi, lanteneng, lengsar, mutoa, pakam, sapen, tawan, tawang dan wusel. Artinya, buah ini sebenarnya juga dijumpai di daerah-daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, meskipun orang lebih mengenai buah matoa ini berasal dari Papua, namun jangan heran kalau di sebuah shopping center di Yogya Anda akan menjumpai buah matoa dari Temanggung.

Buah matoa yang dijumpai di Jawa atau tempat-tempat lain, pada umumnya tidak sebagai hasil budidaya, melainkan sekedar hasil sampingan dari tanaman hias yang tumbuh di halaman-halaman yang cukup luas, atau bahkan hasil dari pohon matoa yang tumbuh liar. Di Papua, pohon matoa yang semula tumbuh liar kini menjadi semakin naik gengsinya. Apalagi semenjak (mantan) presiden Megawati mencanangkan penanaman berbagai jenis pohon asli Indonesia seperti cempaka Aceh, meranti Kalimantan dan matoa Papua sebagai pohon lestari, di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, beberapa tahun yang lalu.

Dari pohon matoa, selain diambil buahnya, batang kayunya juga sangat bermanfaat dan bernilai ekonomis. Tinggi pohonnya dapat mencapai 40-50 meter dengan ukuran diameter batangnya dapat mencapai 1 meter hingga 1.8 meter. Batang kayu pohon matoa termasuk keras tetapi mudah dikerjakan. Banyak dimanfaatkan sebagai papan, bahan lantai, bahan bangunan, perabot rumah tangga, dsb. yang ternyata tampilan kayunya juga cukup indah.

Maka, dapat dimaklumi kalau umumnya masyarakat Papua akan dengan bangga menyebut buah matoa sebagai buah khasnya propinsi Papua. Pohon ini berbunga sepanjang tahun, maka pohon matoa pun dapat dikatakan berbuah hampir sepanjang waktu. Oleh karena itu, buah matoa relatif mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional di Papua.




Perkembangbiakan

Tanaman ini mudah diperbanyak/dikembangbiakkan melalui biji, dan cara lain seperti cangkok serta okulasi. Matoa tumbuh di daerah yang sejuk atau dengan kata lain lebih mudah tumbuh di daerah dataran tinggi, meskipun dapat pula tumbuh di dataran rendah.

Minggu, 09 Januari 2011

NO HP STIKES JALUR B8

bagi rekan s1 keperawatan stikes muh gombong jalur b8 yang ingin mendownload no hp dan email rekan-rekan, mohon sementara di download lewat tautan ini, terima kasih..

NO HP STIKES JALUR B8

Sabtu, 01 Januari 2011

Sugeng Warsa Enggal 2011

Mugi-mugi Gusti Allah tansah paring tutunan, pepadhang lan pengayoman dateng kita. 
Amin..