Sugeng rawuh wonten blog kawula. Monggo dipun sekecaaken. maturnuwun

Senin, 21 November 2011

Booklet Pelatihan dan Pembinaan Anggota AIPNI

Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) merupakan asosiasi yang memiliki visi menjadikan institusi penyelenggara pendidikan yang berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, pengembangan tehnologi dan ilmu keperawatan melalui penyelenggaraan proses pendidikan ners yang berwawasan global. Hal ini yang menjadi landasan dan arah dalam bentuk Rencana Kerja AIPNI periode 2009-2013.
            Keberhasilan proses belajar mengajar dengan kualitas hasil belajar yang tinggi merupakan dambaan dari seluruh anggota AIPNI. Potensi internal maupun eksternal organisasi saling berhubungan sehingga diperlukan analisa yang cermat untuk dapat merencanakan kegiatan yang bersifat perbaikan kedepan dan eksis dalam kondisi yang makin bersaing. Anggota akan memperoleh kepuasan akan makna keikutsertaan dalam organisasi AIPNI apabila peserta didiknya dapat belajar dan mencapai prestasi optimal serta manajemen lembaga berjalan efektif dan efisien. Begitupula AIPNI sebagai organisasi akan terus eksis apabila seluruh potensi yang dimilikinya terencana, terorganisasi, terintegrasi, dan dapat diaktualisasikan dalam kegiatan nyata yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas institusi dan berperan bagi pembangunan SDM bangsa yang bertaqwa, cerdas, dan kompetitif.
            Menghadapi perkembangan lingkungan eksternal yang semakin cepat dan kompetitif terutama globalisasi yang sudah dimulai dengan pasar bebas ASEAN 2007, Asia Selatan, Asia Pasifik, dan pasar bebas Eropa dimana sektor kesehatan menjadi salah satu kesepakatan yang ditandatangani untuk pemberlakuan perdagangan bebas bidang kesehatan. AIPNI diharapkan dapat mendorong seluruh institusi untuk berkembang adaptif, sejajar, dan dapat bekerja sama serta bersaing dengan institusi pendidikan sejenis pada perguruan tinggi lain yang pada saat sekarang ini kondisinya sudah lebih maju.
            Kondisi lapangan menunjukkan 78 % program studi ilmu keperawatan belum terakreditasi oleh BAN-PT, 80 % belum mampu menyusun dan mengimplementasikan kurikulum institusional KBK pendidikan sarjana keperawatan, sebagian besar mengalami kesulitan dalam penataan manajemen keuangan pada penerapan KBK pendidikan sarjana keperawatan dan profesi kemampuan dosen dalam pembuatan kasus pemicu(triger case)rencah, mengalami kesulitan dalam pembuatan modul pembelajaran KBK pendidikan profesi Ners sebelum berjalan optimal, belum tersedianya preseptor klinik, tendahnya kemampuan penyusunan hibah penelitian penulisan jurnal ilmiah, kesulitan meyusun proposal hibah institusi dan hibah pengabdian kepada masyarakat.
            Dalam konteks pengembangan institusi pendidikan tinggi, isu-isu strategis dan strategi pengembangan yang dimaksud dapat dapat dikelompokkan setidaknya menjadi isu strategis dalam lingkup kepemimpinan, relevansi, suasana akademik, manajemen internal dan organisasi, keberlangsungan institusi, dan juga efisiensi dan produktivitas yang dilakukan pendidikan tinggi dikenal dengan sebutan LRAISE (Leadership, Efficiency, and Productivity).
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar